Pengalaman Utama: Berlayar dengan Kapal Klotok
Inti dari perjalanan ke Tanjung Puting adalah menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan klotok.
- Apa itu Klotok? Klotok adalah perahu kayu tradisional yang dimodifikasi menjadi “rumah terapung” sekaligus alat transportasi utama.
- Akomodasi Unik: Anda akan menghabiskan waktu 2 hingga 4 hari 3 malam (durasi yang paling umum) di atas klotok. Dek atas perahu biasanya menjadi area terbuka untuk bersantai, makan, dan tidur, ditutupi kelambu untuk melindungi dari serangga.
- Petualangan Sungai: Saat berlayar di sungai yang disebut Black Water River, Anda akan disuguhi pemandangan hutan lebat dan dapat melihat satwa liar endemik lainnya, seperti Bekantan (monyet berhidung panjang), berbagai jenis burung eksotis, serta merasakan ketenangan hutan di malam hari sambil melihat kunang-kunang di antara pepohonan.
🐒 Pusat Konservasi dan Penelitian
Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa pos dan stasiun penelitian yang menjadi lokasi interaksi dengan orangutan.
| Stasiun | Fokus Utama |
| Camp Leakey | Pusat riset dan rehabilitasi orangutan tertua dan terbesar di dunia, didirikan oleh primatolog legendaris Dr. Biruté Galdikas sejak tahun 1971. Tempat ini menjadi lokasi penelitian mamalia liar terpanjang di dunia. |
| Pondok Tanggui | Stasiun rehabilitasi orangutan semi-liar, di mana orangutan muda yang masih dalam proses adaptasi diberi makan tambahan. |
| Tanjung Harapan | Stasiun yang letaknya paling dekat dengan gerbang masuk Kumai, sering menjadi lokasi pemberhentian pertama untuk melihat pemberian makan orangutan. |
Aktivitas Kunci: Feeding Time
Di setiap pos stasiun, terdapat jadwal pemberian makan (feeding time) yang bertujuan untuk memantau kondisi orangutan yang sedang direhabilitasi atau semi-liar. Momen inilah yang paling ditunggu, karena pengunjung dapat menyaksikan orangutan datang dari hutan untuk mengambil makanan tambahan di platform yang telah disediakan.
🌿 Daya Tarik Ekosistem Hutan Kalimantan
Selain orangutan, Tanjung Puting menawarkan keanekaragaman hayati yang membuat kawasan ini dijuluki “Amazon Versi Indonesia”:
- Flora dan Fauna: Hutan ini mencakup berbagai jenis ekosistem, termasuk hutan rawa air tawar, hutan bakau, dan hutan dataran rendah, yang menjadi habitat bagi monyet lutung, beruang madu, rusa, dan terkadang buaya di sepanjang sungai (pengunjung dilarang berenang di Sungai Sekonyer).
- Jungle Trekking: Selain dari klotok, Anda juga bisa melakukan trekking singkat di jalur-jalur kayu yang melintasi hutan bakau untuk merasakan suasana hutan hujan tropis secara langsung.
🗺️ Informasi Perjalanan Praktis
- Akses: Penerbangan menuju Bandara Iskandar (PKN) di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dari Pangkalan Bun, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Kumai, tempat klotok berlabuh.
- Waktu Kunjungan Terbaik: Umumnya, bulan Juni hingga September dianggap ideal karena curah hujan yang lebih rendah.
- Tips Penting: Karena sifatnya adalah ekowisata dan petualangan, disarankan untuk menggunakan jasa operator tur terpercaya. Jangan lupa membawa losion anti-nyamuk, pakaian ringan berwarna netral, dan dry bag untuk melindungi kamera dari kelembapan.
- Konservasi: Kunjungan Anda secara langsung mendukung program konservasi dan pelestarian orangutan serta habitatnya di bawah naungan Orangutan Foundation International (OFI) dan Balai Taman Nasional.